Tuesday, October 31, 2006

Thanks Buat Semuanya...

Makasih buat temen2 yg udah rela membelalakkan matanya hanya untuk sekedar baca tulisan yg gak penting ini...

Karena ada sedikit miss understand maka untuk kedepannya haregenemasijomblo.blogspot.com saya nyatakan di tutup. Saya gak mau bener2 kehilangan seseorang yg saya sayangin gara2 blog ini...

Mungkin 4-5 hari saya akan delete blog ini...
Selama itu temen2 masi bisa Chat, selain itu saya tambahkan jam, kalender dan games buat temen2 sehingga blog ini gak cmn meres otak tapi juga bersifat lebih fun...

Sekian...

Hormat Saya...


Naoki

Tuesday, October 24, 2006

Koq Lebarannya Bisa Beda Seh?

Hmm...
Pertanyaan itu yg dilontarkan temen2 saya, beberapa temen saya gelisah dan cenderung bingung dalam melaksanakan sholat Idul Fitri. Sesuai dengan janji saya, maka saya menulis artikel ini. Bukan bermaksud menggurui ato sok pintar tapi ini lah segelumit pemikiran saya yg saya tuangkan dari sisi historis dan berbagai disiplin ilmu. Semoga temen2 gak bingung lage dan yg paling penting temen2 gak mengurangi makna " Hari Kemenangan ".

Dalam kumpulan hadits shahih dari Bukhari dan Muslim kita dapatkan dalil-dalil sebagai berikut:
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Nabi berkata: "Mulailah dan akhirilah puasa, segera jika kalian lihat rembulan baru. Dan jika langit berawan dan pengamatan rembulan tidak memungkinkan, lengkapi jumlah hari bulan Sya'ban 30 hari"
Diriwayatkan oleh Ibnu 'Umar, Nabi berkata: "Kita ini adalah kaum yang buta huruf, kita tidak menulis dan kita tidak menghitung. Dan bulan itu kadang 29 dan kadang 30 hari". Seorang Arab Badui (penghuni tepi gurun pasir) datang kepada Nabi dan melaporkan telah melihat rembulan baru. Nabi menyuruhnya memperkuat kesaksiannya dengan membaca syahadat. Setelah itu Nabi lalu mengumumkan esoknya mulai puasa.

Latar Belakang ummat Nabi pada masa itu
---------------------------------------
Perlu kita ketahui, bahwa ummat Nabi pada masa itu umumnya berasal dari kalangan bawah, lagi pula di jazirah Arab, ilmu matematika (yang melandasi astronomi) belum banyak diketahui. Adalah sebuah rahmat, bahwa cukuplah melihat rembulan untuk menentukan saat-saat ibadah.
Andaikata Nabi menyuruh ummatnya untuk menggunakan astronomi (yang pada masa itu cuma dikuasai bangsa Mesir, Yunani atau Persia), tentu saja hal itu akan sangat menyulitkan ummat. Lebih dari itu, pada masa itu ilmu astronomi masih sangat primitiv dan bercampur aduk dengan astrologi yang dipakai orang untuk meramal masa depan. Dengan demikian, ketidakberadaan sarana teknis pada masa itu(seperti jam, kalender, kompas, listrik radio, apalagi satelit)
membuat penduduk jazirah Arab setiap hari menengok ke langit. Apakah itu sekedar untuk mengetahui "sudah tibakah waktu sholat shubuh" hingga untuk tidak tersesat dalam perjalanan mengarungi gurun pasir yang formasinya berubah-rubah tiap hari oleh angin. Luar biasa kalau
kita bayangkan, mengarungi gurun pasir dari Mekkah ke Syam, ribuan kilometer, tanpa jam, tanpa kompas, apalagi radar... Semua orientasi hanya dengan melihat bintang-bintang di langit - meski mereka tidak tahu hukum matematis gerak gerik benda langit itu. Karena itu, wajar sekali bila penduduk gurun pasir dalam keadaan seperti itu tahu benar, seperti apa rembulan baru tanda mulainya Ramadhan!

Tinjauan Fiqh
-------------
Sebagian ulama berpendapat bahwa ucapan Nabi pada dua hadits pertama di atas tadi sebagai keharusan untuk melihat rembulan (Ru'yatul hilal) dan mereka menolak hitungan astronomi bahkan menganggapnya bid'ah (ide baru) yang sesat. Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa pernyataan Nabi pada hadits ke-2 itu tidak berarti melarang orang menghitung. Andaikata dengan dalil itu menghitung dilarang, maka konsekuensinya menulis juga dilarang. Padahal Nabi sendiri pernah meminta tawanan perang Badr untuk mengajari ummat Islam membaca dan menulis. Sedangkan astronomi modern pada masa kini sudah sedemikian telitinya. Buktinya dengan ilmu tersebut manusia sudah berhasil pergi ke bulan dan pulang dengan selamat. Karena itu, menurut pendapat ini, haruslah ummat Islam saat ini mau menggunakan computasi astronomi yang dijamin lebih aman dari kesalahan. Perdebatan ini berlangsung terus dan kadang-kadang sering merambat di luar masalah aslinya, dan akibatnya ummatlah yang kebingungan. Hal itu karena mayoritas ulama ahli fiqh kurang mengetahui astronomi modern yang sesungguhnya, dan mereka yang suka, sering hanya terpana mendengar kecanggihan teknologinya, tanpa benar-benar mengetahui hakekatnya.

Astronomi modern
----------------
Kemajuan astronomi sampai ke bentuknya saat ini, tak lepas dari ilmu falak di masa kejayaan Islam. Sejak Al-Qur'an menyebut-nyebut secara khusus benda langit, bahkan dipakai sebagai nama-nama surat: misalnya Al-Buruj (galaksi), An-Najm (bintang), Al-Qomar (rembulan), Asy-Syams (matahari), maka sejak itu umat Islam banyak melakukan riset. Maka muncullah sederet astronom muslim abad pertengahan seperti: Al-Khawarizm, Al-Farghani, Al-Batani dsb.
Fase-fase rembulan menggambarkan letak rembulan di ekliptika. Secara astronomi, rembulan baru, terjadi bila bujur ekliptisnya adalah 0(nol) deg artinya matahari dan rembulan berada dalam satu arah. Peristiwa ini disebut konjungsi (conjunction). Sebagai catatan,
istilah rembulan baru ini tidaklah sama dengan bulan baru dalam kalender Islam.

Ru'yah versus Hisab
-------------------
Astronomi modern mampu menghitung fase-fase rembulan serta posisi rembulan dan matahari dengan ketelitian yang sangat mengagumkan. Lalu bisakah hitungan astronomi modern (hisab) menggantikan Ru'yatul hilal? Selama hisab masih memungkinkan kesalahan, sudah barang tentu
tidak. Hisab akan bertentangan dengan ru'yah jika dan hanya jika satu dari dua hal dibawah ini atau dua-duanya masih terjadi. Yaitu :
- Ketelitian hisab belum memadai.
- Pelaksanaan/laporan ru'yah yang tidak benar.
Andaikan hisab bisa dilakukan secara eksak dan begitu juga ru'yah yang dilakukan adalah benar maka tidaklah akan terjadi pertentangan antara dua metode ini. Untuk mendapatkan kesamaan antara ru'yah dan hisab, kita bisa lakukan hal-hal berikut ini

Ru'yah
------
Berbeda dengan ummat di masa Nabi yang setiap hari menengok ke langit, kita di abad-21 ini dapat dikatakan sudah "dimanja" oleh teknologi. Untuk mengerjakan sholat, kita tak lagi perlu keluar rumah untuk menengok langit, karena ada jam dan jadwal sholat. Untuk bepergian ada peta, kompas bahkan radar. Pendeknya, hampir tak pernah lagi kita menengok langit untuk orientasi waktu dan arah. Sementara itu, kehidupan di kota membuat kita makin susah untuk
mengamati langit tanpa terganggu oleh pantulan dan biasan cahaya listrik di awan. Belum dengan adanya benda langit buatan manusia, entah itu pesawat, balon atau satelit. Karena itu, bila seseorang pada zaman ini ingin melakukan Ru'yatul hilal (yang barangkali cuma ia lakukan 2 kali setahun), maka ia harus mengetahui cara-caranya.

Persiapan data, agar ru'yatul hilal lebih efisien.
--------------------------------------------------
1. Ru'yatul hilal dilakukan hanya tanggal 29 Sya'ban. Tentu saja dalam hal ini kalender yang digunakan harus beres. Secara obyektif astronomis, ru'yatul hilal ini harus dilakukan pada hari terjadinya konjungsi antara rembulan dan matahari.
2. Saat terbenam rembulan dan matahari serta kemungkinan arah dan ketinggiannya harus diketahui, karena waktunya singkat.
3. Pemilihan lokasi yang tinggi dan tidak terhalang bangunan atau pepohonan, misal di lepas pantai.
4. Ru'yah hanya terjadi bila matahari ada di sebelah barat rembulan atau dengan kata lain matahari terbenam mendahului rembulan. Hilal akan terlihat di ufuk barat dan hanya bagian yang menuju matahari yang bersinar tipis.
5. Waktu ru'yatul hilal adalah antara waktu terbenamnya matahari dan waktu terbenamnya rembulan. Jika matahari belum terbenam, cahayanya akan menyilaukan pengamat untuk melihat cahaya rembulan yang masih lemah. Sudah barang tentu, hisab disini mempunyai kedudukan penting dalam hal kesuksesan dan kemudahan ru'yah.

Hisab
-----
Astronomi modern yang mampu menghitung fase rembulan sampai ketelitian beberapa detik adalah sudah lebih dari cukup. Yang menjadi problem hisab adalah mendefinisikan hilal, yakni kapan rembulan setelah konjungsi itu bisa terlihat di atas ufuk dengan mata telanjang. Tentu selama definisi ini masih tidak pasti, akan banyak mempengaruhi hasil-hasil perhitungan. Terlihatnya hilal secara astronomis ini bisa didefinisikan bermacam-macam, misalnya sbb:
- Cukup rembulan sudah di atas ufuk
- Tinggi rembulan minimum lima derajat.
- Fase pencahayaan rembulan mencapai 4%.
- Umur bulan sejak konjungsi minimal 13 jam.
Belum ada penelitian yang serius tentang hal ini, karena hal terlihatnya rembulan dengan mata telanjang itu bergantung juga pada faktor cuaca, kondisi fisik pengamat, adanya cahaya pengganggu dll, yang tidak sekedar persoalan astronomi. Dan ketidak-pastian definisi ini merupakan salah satu penyebab penting mengapa hisab bertentangan dengan ru'yah.

Masalah Global dan Lokal
------------------------
Hasil Hisab maupun Ru'yatul hilal akan berbeda-beda tergantung posisi pengamat atau faktor tempat yang dimasukkan ke dalam hisab. Sebenarnya perbedaannya tidak lebih dari 24 jam. Namun karena perbedaan daerah waktu, maka perbedaan effektifnya bisa mencapai 2hari. Dan pada hari yang sama daerah yang terletak di sebelah barat, lebih besar kans-nya untuk melihat rembulan dari pada daerah disebelah timurnya, karena pada saat sunset di sana, umur bulan sudah lebih tua dari pada saat sunset di daerah sebelah timurnya. Kita ingat, bumi berputar dari barat ke timur. Karena itu bila dari Indonesia rembulan baru terlihat sehari setelah Marokko, itu wajar sekali. Yang tidak wajar dan jelas ada yang salah, adalah bila selisihnya dua hari, atau bila di Indonesia hal itu terlihat, dan di Marokko belum. Pada zaman komunikasi global pada saat ini, di mana peristiwa terlihatnya hilal di Marokko bisa langsung diterima dengan telepon di Indonesia, hal ini kembali mengundang pertanyaan fiqh:
Mestikah Indonesia menunggu laporan dari daerah di sebelah baratnya, bila pada 29 Sya'ban atau 29 Ramadhan itu hilal dari Indonesia belum terlihat? Tidak cukupkah hadits Nabi yang menyuruh menggenapkan bulan 30 hari?
Andakata kita harus menunggu laporan dari daerah di sebelah barat kita, tidak jelas pula kapan dead line (waktu tenggat)-nya. Pada saat hilal tampak di Marokko (waktu Maghrib), di Indonesia sudah lewat tengah malam. Lebih payah lagi bila hilal itu terlihat di Los Angels - di Indonesia sudah terlanjur siang. Laporan dari seberang benua itu hanya mungkin dipakai bila berasal dari daerah di sebelah timur kita. Artinya, bila Jakarta sudah melihat hilal, maka seluruh daerah dan negara di sebelah baratnya harus mengikutinya. Namun Papua Nugini yang lebih timur dari Indonesia tidak harus.

Kesimpulan
----------
Perbedaan 1 Syawal yang sering terjadi selama ini ditimbulkan dari:
* Perbedaan fiqh mengenai boleh-tidaknya penggunaan hitungan atau hisab (termasuk hitungan astronomi modern) dalam penentuan awal Ramadhan atau 1 Syawal.
* Kesalahan yang dilakukan oleh pengamat Ru'yatul hilal yang kurang terlatih karena tidak lagi biasa mengamati langit dalam kehidupan sehari-hari.
* Kesalahan hitungan/hisab yang antara lain karena ketidakpastian definisi, yang mengakibatkan kesalahan kalender yang dicetak jauh-jauh hari dan tidak dicocokkan kembali dengan hilal setiap bulannya.
* Kekurangfahaman mengenai pengaruh letak geografis yang menyebabkan perbedaan baik hasil hisab maupun Ru'yatul hilal serta belum adanya konsensus tentang pemecahan masalah ru'yah/hisab lokal dan global.

Dengan tahu latar belakang permasalahan ini hendaknya kita sesama ummat Islam bisa saling hormat menghormati sesama muslim, meski mereka memulai puasa dan berhari-raya pada saat yang berbeda dengan kita, sepanjang itu sesuai dengan keyakinan mereka. Allah akan menerima ibadah yang dilandasi keikhlasan, dan mengampuni dosa yang disebabkan oleh keawaman. Tugas mereka yang diberi ilmulah untuk menyampaikan ilmu, dan tugas para penguasalah untuk memutuskan sesuatu berdasarkan ilmu.

Daftar Pustaka:
---------------
-King, D.A. : Islamic Mathematical Astronomy. Variorum Reprint London, 1986.
-Nautical Almanac Office.: Supplement to the Astronomical Ephemeris and Nautical Almanac. Her Majesty's Stationery Office 1961.
-Qardhawi, Y.: Bagaimana Memahami Hadis Nabi saw. Karisma, Bandung,1993.
-The ASTRONOMICAL ALMANAC Data for Astronomy, Space Sciences, Geodesy, Surveying, Navigation and other applications.
Her Majesty's Stationery Office, 1980-1993.

Sunday, October 22, 2006

Maap Lair Bathin Yo...

Segenap Kru haregenemasijomblo.blogspot.com mengucapkan :

Taqoballahu minna waminkum, taqobal ya karim...

Minal Aizin Wal Faidzin....
Mohon Maaf Lahir dan Bathin...

Au Revoir... 

Saturday, October 21, 2006

Kisah Klasik Untuk Masa Depan

Wow...

Rumit amat hidup ini, hmm...segelumit wacana tentang arti hidup
mulai merangsang otak ini untuk kembali menulis,
setelah beberapa hari di hantui oleh syndrom kepenatan...
Okey...aku mulai...

Hari ini aku ketemu ama temen2 sewaktu aku masih merasakan enaknya pake seragam putih abu-abu...hehe...aku ketemu Tomy, Seno, Wawan, Vredit, Tejo. Kisah yg dulu pernah kita lalui bersama, kisah waktu kita masih bangga mengusung nama "Big Family of GANZA". Yah seiring berjalannya waktu emang gak kerasa kalo kita udah lulus 4 tahun yg lalu, banyak kenangan yg terukir di memori, memori tentang tawuran, ditangkep polisi, judi bola, berantem ama kakak kelas gara2 masalah cewek, mbolos, pacaran...ups koq kesan nya yg jelek2 aja yah...hehe...

Yah inilah hidup, realita yg selama ini masih bikin aku pusing tentang permasalahan masalaluku yg belum bisa aku lupakan. Hmm...Sejenak aku mencoba untuk merenung, buat apa aku hidup, untuk siapa aku hidup, apa yg aku cari dalam hidup ini...

Maap kalo tulisanku terkesan sepenggal2 yg sekiranya masi belum slese sedangkan aku sudah mulai cari topik laen yg dibahas...

O..iya...aku sudah undur diri dari Lembaga Bantuan Hukum, paling2 aku masi nulis buat koran dan majalah hukum kampus. Yah mungkin sedikit menerima kerjaan yg temen2 minta supaya aku jadi pembicara(walaupun cuman cuap2 tok,hihi...). Banyak pekerjaan yg kedepannya mungkin akan aku kurangin, kecuali diskusi...

Yah...sedikit demi sedikit aku mulai menghargai arti hidup ini, ato lazimnya dalam bahasa Jerman " Aufklarung ". Hmm...mungkin sedikit aku ingin mengajak otak ini kembali mengingat bahasa Perancis, Belanda dan Jerman yg katanya dolo aku pernah belajar...hehehe...
Aufklarung itu artinya pencerahan, lazim kita dengar kalo diperkuliahan hukum adat, komentar yg pernah diungkapkan Ter Haar mengenai rekonstruksi hukum adat indonesia. Ups...kayaknya dari judul sampe akhir tulisan ini terkesan gak slese dan gak berujung, maklum aja yah... namanya juga pengen lepas dari syndrom kepenatan...

Okey...makasi kalo temen2 masi rela buat membelalakkan mata temen2 buat sekedar baca tulisan yg "GAK PENTING" ini...

NB: Buat anak cantik ==> aku masih sayank kamu...

Tuesday, October 17, 2006

Good Bye My Brother...May Allah Bless You...!!!

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un...

Kemaren tanggal 16 Oktober aku dikabarin kalo abang sepupu saya meninggal dunia, sedih bgt...apalagi abang ku itu masi umur 26 tahun. Yang lebih bikin aku terenyuh ketika abangku sakit2an dia bilang :

" Wan...aku belum siap MATI !!! "

Itu yg sering dia katakan sama aku, dia orangnya susah sekali disuruh Sholat, puasa, dan ibadah keagamaan yg laennya. Mungkin ini peringatan juga dari Allah buat aku, agar supaya aku bisa lebih memikirkan masa depan akhiratku.Dia orang yg sangat baek, easy going, aku masi inget bgt kalo dia sering manggil aku "PANJUL". Banyak kenangan yg aku lalui dengan abangku...

Selamat Jalan Bang...

Selamat Jalan Teman...

Semoga segala amal ibadahmu diterima ALLAH...

Amien...

Sunday, October 15, 2006

Melawan...!!!

Melawan.....

Mungkin kata ini yg bergelut di otakku saat ini...

Melawan...

Sedih akan pergerakan mahasiswa kampus saat ini, mati suri...
Apakah paradigma mahasiswa berpikir skrg sudah terkontaminasi oleh akar budaya modernitas yg menggema beberapa tahun terakhir ini...
Apakah daya kritis mahasiswa sebagai sosial kontrol sekarang sudah mulai pudar...who knows...

Berkecamuk...

Apakah aku akan meninggalkan idealismeku hanya untuk mengejar selembar kertas...
Bukan...bukan itu kawan...bukan itu yg aku cari...desakan dari orang tua supaya aku lulus cepet...
Aku sudah tua untuk aktif, sudah saatnya aku mulai memikirkan jenjang berikutnya...Sudah saatnya aku mundur dari hingar bingarnya dunia kampus, dunia politik kampus yg selama ini aku geluti...

Mungkin saatnya aku mengorbankan idealismeku demi selembar kertas yg mungkin akan menutup lembaran yg telah lama ku ukir di dunia kampus yg kucintai....
Perjuangan belum selesai kawan..
masih banyak tugas yg akan menjemputmu...
bagaimana dgn cita2mu menjadi jaksa muda pidana khusus bagian korupsi.....
Masih banyak tugas yg menantimu...

Seorang Teman yg Baek...

Seorang Teman Baik

Sewaktu kita duduk di taman kanak-kanak, kita
berpikir kalau seorang
teman yang baik adalah teman yang meminjamkan
krayon warna merah
ketika yang ada hanyalah krayon warna hitam.

Di sekolah dasar, kita lalu menemukan bahwa
seorang teman yang baik
adalah teman yang mau menemani kita ke toilet,
menggandeng tangan kita
sepanjang koridor menuju kelas, membagi makan
siangnya dengan kita
ketika kita lupa membawanya.

Di sekolah lanjutan pertama, kita punya ide kalau
seorang teman yang
baik adalah teman yang mau menyontekkan PR-nya
pada kita, pergi
bersama ke pesta dan menemani kita makan siang.

Di SMA, kita merasa kalau seorang teman yang baik
adalah teman yang
mengajak kita mengendarai mobil barunya,
meyakinkan orang tua kita
kalau kita boleh pulang malam sedikit, mau
mendengar kisah sedih saat
kita putus dari pacar,

Di masa berikutnya, kita melihat kalau seorang
teman yang baik adalah
teman yang selalu ada terutama di saat-saat sulit
kita, membuat kita
merasa aman melalui masa-masa seperti apapun,
meyakinkan kita kalau
kita akan lulus dalam ujian sidang sarjana kita.

Dan seiring berjalannya waktu kehidupan, kita
menemukan kalau seorang
teman yang baik adalah teman yang selalu memberi
kita dua pilihan yang
baik, merangkul kita ketika kita menghadapi
masalah yang menakutkan,
membantu kita bertahan menghadapi orang-orang yang
hanya mau mengambil
keuntungan dari kita, menegur ketika kita
melalaikan sesuatu,
mengingatkan ketika kita lupa, membantu
meningkatkan percaya diri
kita, menolong kita untuk menjadi seseorang yang
lebih baik, dan
terlebih lagi... menerima diri kita apa adanya...

Thanks for beeing my friend...

Saturday, October 14, 2006

Cruisin'

Staring bright through the window
You're bending over to me
A sentimental forsaken
You're trying hard yet to comfort
But you're waving me goodbye
A sentimental forsaken

You're looking around you are hasted
You're supervising my chief
My heart is tikking, let it on
Looks like you're dying to say
But now you turn your head away
Get out and leave me, let it on

But when it's going to be ok
I'm cruisin' on a train
I've got to fear no holiday
Fear is where I'm in

You're staring bright through the window
you're moving closer to me
A sentimental forsaken
You're trying hard yet to comfort
But now you're waving me goodbye
Get out and leave me, let it on

But when it's going to be ok
I'm cruisin' on a train
I've got to fear no holiday
Fear is where I'm in.

 

Ramadhan...

A Time of Reelection...

A Time of Prayer...

A Time of Devotion...

A Time of Rememberances...

From My Heart...

Wishing U a Blessed...

Ramadhan...

Tuesday, October 10, 2006

Dhee...Maapin Aku...!!!

Malam mengiringi langkahku yg penat hari itu, kutengok jam tanganku yg sudah menunjukkan pukul 02.30 malam. Hmm...sudah saatnya sahur, aku segera bergegas meninggalkan ruangan dimana aku bisa mencurahkan segala sesuatunya melalui tulisan. Kepalaku masih pusing, pusing mikirin segala sesuatu yg saat itu masih bergejolak di kepala. Ingin rasanya aku mengeluarkan segala isi otakku, hmmm...dengan berat hati aku melangkah menuju tempat biasa dimana aku mengisi perutku. Saat itu aku sangat tidak lapar, entah karena hal hal yg tadi sempat bersemayam di kepalaku. Huh...aku gak laper...Aku sayang Dhee...

Sejenak aku mencoba untuk rileks, melepas semua beban yg ada di pundak, semoga kepenatanku ini segera berakhir...

Setelah subuhan aku dikagetkan suara sms yg gak jauh dari tempat aku berdiri, perlahan aku rengkuh hpku dan kubuka sms...

" Aq ndak marah ko bang..aq cm g tau kudu blg ap..aq jg g nyangka km masi inget smua yg prnah qt lalui sama2..it's been 6 years tho,dan smua sdh berubah..aq g pgn nyakitin km dgn penyesalan n rasa b'salah..aq g bs nglarang km utk nyimpen rasa sayang bwt aq,tp jgn smp rasa itu mlh bkn km sakit.. "

Itulah Dhee...slalu bs bersikap dewasa dan bijaksana...huh...isi sms itu bikin aku gregetan. Hmm..aku tau gak seharusnya aku sms Dhee spt ini, aku takut Dhee jd inget pahitnya masalalu dia waktu masi sama aku, aku yg egois, aku yg semena mena sama dia, aku yg jahat sama dia, aku yg bener2 men sia-siakan dhee...aku yg bodoh ngelakuin itu smua. Baru sekarang aku sadar betapa sayangnya Dhee waktu itu sama aku...
Dhee...Maapin Aku...!!!

Sebelumnya aku kirim sms buat Dhee yg mengisahkan tentang masa2 indah kita dahulu kala. Aku yg sering bikinkan Dhee puisi, bikinkan Dhee...cerpen..., pertamakali aku ngajak Dhee jalan, aku nembak dia di Wendys..., aku yg masi badung bgt waktu itu, maen petak umpet ama guru BP gara2 pacaran, hhiihi....pokoknya seru deh...
Tp aku jahat...aku gak ungkapin sisi jahatku sama Dhee...
Dhee...Maapin Aku...!!!

" Hummm..dunno what to say..just let the time heals ur pain..g usa diinget2 lg yg dulu..ud lama lewat ko..glad to know that u've learned a lot.. "

Sepenggalan sms yg baru saja aku terima dari Dhee...Sebelumnya aku kirim Dhee...penggalan kata yg mungkin cm aku sama Dhee yg tau....
SHMILY.....
SHMIMY.....
SHMICAY.....
Huh...betapa bodohnya aku, Dhee...pasti dah lupa, aku cuman duri dalam daging...
Dhee...Maapin Aku...!!!

Aku gak mau bikin kamu mengenang masa pahit yg kau arungi dulu kala, aku juga gak mau menjadi orang yg menghancurkan kebahagian Dhee saat ini, Smua sudah berubah. Aku juga sadar siapa aku, Dhee skrg dah punya Seseorang yg sangat Dhee sayangi, seseorang yg bisa menjadi pegangan buat Dhee...
Biarlah masa lalu ini aku kenang dan nikmati sendiri, masa di mana aku sangat disayang oleh Dhee...masa dimana karena kebodohanku sendiri sehingga aku kehilangan seseorang yg baru skrg aku sadar kalo Dhee bener2 sayang sama aku...
Hanya 3 kata yg saat ini terlintas di sanubariku...

Dhee...Maapin Aku...!!!

Aku Memang Egois...!!! Aku Sayang Dhee...!!!

Sepi...Sunyi...
Malam itu sangat sunyi sekali, rintikan hujan menerpa wajahku. Sudah lama Semarang tidak hujan, walaupun gerimis tapi hujan ini mengiringi langkahku menuju warnet. Beberapa minggu ini aku slalu susah tidur, ada suatu ganjalan yg aku rasakan dalam penatnya hari hariku belakangan ini. Ada suatu penyesalan yg masih tersimpan dalam benak dan mengalir dalam nadiku selama ini. Penyesalan yg selama ini menghantui pikiranku, malam itu perasaanku sangat kacau, yg jelas kalut serta kebingungan masi mengelilingi pikiranku...

Beberapa Hari ini aku inget sama teman yg dolo kita pernah berkomitmen untuk menjalani hidup ini bersama. Yah...istilah modernnya seh "Mantan", sebut saja namanya "dhee". Masi tercetak jelas dalam memoriku mengenai kemesraan yg dulu pernah kita rajut. Handphoneku bergetar, hmm... ada satu sms yg masuk ke dalam HP ku.

" Lg dikantor ne..km puasa nda?imelku she_pearls@yahoo.com"

Sepintas kubaca sms nan singkat, itu sms dari dhee. Sebelumnya aku kirim dhee sms yg intinya menanyakan e-mail dia dan aku akan add ke FS dhee. Perlahan kubuka Friendster, login dan add friend. Seperti biasa aku liat Foto dhee, karena sudah lama kami tidak ketemu. Aku terenyuh melihat Foto2 Dhee, entah kenapa foto2 itu membawa dan membius aku akan kenangan serta nostalgia tempo doeloe kita masi merajut asa. Kurang lebih 6 tahun yg lalu kami bertemu, waktu itu aku masi berkutat dengan egoisme ku.

Gak terasa pipiku basah, ups...aku nangis...hmm..ato ini cuman radiasi komputer yg berlebihan sehingga airmataku membasahi pipiku. Aku coba untuk tetap tegar dan berusaha untuk tidak terbawa suasana. Semakin lama bukan hanya pipiku yg basah, akan tetapi hati ini serasa sakit, pedih, terenyuh akan perjuangan Dhee selama ini. Aku tau Dhee udah punya cowok, tapi aku gak mau munafik, perasaan ini makin lama semakin menusuk hatiku, pedih, sakit. Waktu itu aku beranikan untuk sms Dhee...tentang perasaanku saat itu. Getaran Handphone menyadarkanku akan lamunan dan buaian tentang indahnya masa pacaran aku dan Dhee. Perlahan aku buka sms yg masuk, sambil cemas dan berharap berita yg baik buat aku.

"Hemmm..km sukses bikin aq binun malem ini..well anyway,terimakasih y ucapanna..terimakasih jg kalo km masi sayang ma aq..;>"

Sejenak hatiku senang, semua perasaan bahagia bergejolak di dadaku, perih serta sakit di dada yg td kurasakan hilang entah kemana. Aku juga gak tau harus bilang apa dan bagaimana, kembali lamunan cintaku yg dulu pernah kita rajut serasa mengitari kepalaku. Aku semakin yakin bahwa selama ini aku masih sayang Dhee...
Dhee.....Aku sayang kamu....

Monday, October 09, 2006

Cinta...Cinta...Cinta...

Cinta...
Terkesan simpel tp mengandung banyak arti. Cinta itu memiliki berbagai macam intepretasi dari para pengagumnya, cinta kadang2 seperti sebuah agama baru di antara para pemujanya. Cinta itu bukan dogma yg tidak boleh kita perdebatkan asal usulnya, cinta bukan pula sebuah doktrin yg harus dicari kebenarannya, cinta bukan pula sebuah ideologi yg harus diperjuangkan para penikmat cinta itu sendiri.

Cinta...
Terlalu filosofis apabila kita menggali dan mengorek apa itu cinta, akan tetapi cinta memiliki sesuatu yg bikin kita terbuai ke dalam sebuah alam cinta. Cinta bisa bikin orang sedih, cinta juga bisa bikin kita bahagia. Yah...begitulah cinta...selalu di perjuangkan...tp cinta bukan ideologi, dogma, doktrin. Cinta kadang membius alam sadar kita, cinta kadang bisa menjadi sebuah hipnotis. Karena cinta juga manusia bisa berubah sifat dan paradigma dia berpikir. Ya...itu Cinta...

Cinta Sehangat Tai Ayam

Cinta...
Terlalu filosofis buat di intepretasikan, semua orang punya cinta dan gak terkecuali saya...
Hmm...Cinta itu ibarat Tai Ayam...
Hangat...Bau...Tapi kita gak pernah tau kalo itu bau kalo kita gak pernah mencoba. Ups...saya emang belum secara langsung mencobanya, hmm...setidaknya saya mendapatkan informasi dari orang yg sangat berkompeten di bidang Per "Tai Ayam" an.
Back to topik...
Cinta itu aneh, kenapa aneh? Coba deh temen2 bayangin...Banyak petualang Cinta yg gak ngerti hakikat Cinta yg hakiki...Apa bener Cinta itu ada? Jangan Hanya Sekedar Cinta sehangat Tai Ayam. Awal mula cinta menawarkan berbagai macam lamunan bagi pemujanya, kebahagiaan, bahkan bisa menumbuhkan hasrat, emosi, serta birahi yg menggebu gebu.
Cinta...Cinta...Cinta...
Saya merupakan salah satu dari pengagum dan petualang cinta. Sebenernya apa seh Cinta itu? Apakah sama antara sayang dan cinta? Masih banyak pertanyaan pertanyaan yg beredar di sekitar kepala saya. Sejauh ini cinta yg saya rasakan adalah cinta yg menawarkan kebahagian yg sesaat bahkan bisa dikatakan bahwa cinta yg saya arungi lebih banyak pesakitan dan akhirnya kandas di tengah jalan. Lantas apakah masih ada cinta yg sejati, tulus, serta hakiki?
Sejauh ini saya masih rancu akan keberadaan cinta itu sendiri.
Cinta...saya masih terus mencari jati diri dari cinta itu sendiri, hehehe...beginilah kalo petualang cinta sejati. Maybe di laen kesempatan akan saya tulis mengenai cinta yg berkalang noda ( mirip Judul sinetron, huheuueu ).

Pusing 7 Keliling mikirin Tag Board

kasi tau donk cara nya biar bs ada tag board nya >.<
bener2 BT neh, dari tadi gak bisa molo.....
pusing tapi nyenengin kalo dah jadi. rasa nya gmn geto.....

Hare Gene Masi Jomblo

Jomblo...
Kata yg gak asing bgt buat gw...
Hmm...Jomblo bukan kutukan,Jomblo juga bukan suatu kondisi yg buruk menurut gw,ada berbagai alasan kenapa orang memilih Jomblo termasuk gw...
Sejauh ini sech gw masi enjoy dengan kesendirian gw. Gw Jomblo bukan karena gw gak laku (walaupun cenderung ngeles,hehehe...),tapi ada berbagai hal yg gw pertimbangin. So far gw menilai belum ada cewek yg pantes ngedapetin Cinta gw(ya elah tinggi bgt gaya gw,hueuheuh...). Selain itu gw menilai belum ada cewek yg bener2 pas or cewek yg bener2 bisa bikin gw jatuh cinta. Semuanya seolah semu belaka,punya cewek ribet. Disisi lain gw gak mau terkondisikan bahwa gw harus jadian ato at least gw gak mau jadian cmn karena pelarian belaka.
Cinta itu gak pake logika,cinta itu buta,banyak hal lain yg gw anggap cinta itu cmn nyakitin doank.Cie...cinta bisa membawa pemuja nya luluh lantak mempersembahkan apa yg cinta tuntut.
ya begitulah cinta deritanya tiada akhir.
Hiks.....